7 Tips Ampuh Untuk Mengemudi Menaklukkan Jalan Berlumpur

Jalan berlumpur bukan hanya menjadi kendali bagi para pejalan kaki saja. Mengemudi di jalan berlumpur juga merupakan suatu tantangan tersendiri yang beresiko. Kondisi jalan berlumpur pun masih terdapat beberapa di berbagai pelosok daerah yang sebenarnya menarik untuk jadi tujuan wisata.

Jika mengemudi di jalan berlumpur kemudian akhirnya terjebak, maka untuk menyelesaikannya tidak mungkin bisa dilakukan sendiri. Terkadang sampai perlu meminta bantuan kepada siapa saja yang ada di sekitar lokasi. Bahkan jika masih tidak bisa, perlu ditarik oleh kendaraan lainnya.

Tips Mengemudi di Jalan Berlumpur

Terdapat tips mengemudi di jalan berlumpur yang perlu diketahui oleh para pengemudi. Kebutuhan yang mengharuskan berkendara memang tidak melulu hanya sekedar di daerah perkotaan saja. Terkadang kita harus sampai ke area pelosok yang jalanannya tidak bisa diprediksi. Terutama saat kondisi sedang hujan. Seperti apa cara mengemudi di jalanan yang berlumpur?

1. Perkirakan Kedalaman Lumpur

Untuk tips yang pertama adalah bagaimana untuk mengetahui kondisi sekitar terutama jalanan yang akan Anda lewati. Jika jalanan berlumpur hanya pada permukaannya saja, maka hal ini relatif tidak akan menjadi masalah. Namun berbeda apabila ternyata jalanan yang harus Anda lewati merupakan lumpur yang tebal.

Mode Off Road, sumber Skoda

Mode Off Road, sumber Skoda

Sebelum melewati rute, Anda bisa pastikan dengan cara memasukkan kayu ke dalam lumpur. Meskipun begitu, hal ini merupakan sampel saja. Dimungkinkan ada perbedaan saat setelah mencapai jarak tertentu. Namun paling tidak Anda sudah bersiap jika ternyata jalanan merupakan lumpur yang tebal.

2. Gunakan Ban yang Tepat

Jika ternyata lumpur yang Anda akan lewati cukup tebal, disarankan untuk bersiap sebelumnya. Misalnya menggunakan ban yang tepat. Karena ban terbuat dari karet dengan elastisitas serta alurnya dibuat untuk menghadapi kondisi jalan yang juga berbeda-beda. Untuk jalan berlumpur, tipe ban yang tepat adalah Mud Terrain (MT).

Biasanya ban yang digunakan oleh kendaraan kebanyakan merupakan All Terrain. Tipe ban ini memungkinkan untuk digunakan disemua kondisi. Namun belum tentu bisa melewati medan khusus semacam ini. Jadi tetap lebih disarankan untuk menggunakan tipe ban yang cocok untuk medan berlumpur.

3. Kecepatan Rendah

Kendala dalam melewati medan berlumpur adalah potensi slipnya yang tinggi. Artinya ban tidak memakan jalanan sehingga berputar tanpa membuat kendaraan terdorong maju atau mundur. Kemungkinan slip saat melewati jalanan berlumpur akan semakin tinggi jika kecepatan kendaraan juga tinggi.

Ban yang berputar cepat namun kondisi jalanan yang tidak keras seperti lumpur tentu akan membuat ban terpeleset sehingga mobil tidak terdorong maju. Cara yang dapat dilakukan adalah menurunkan kecepatan ketika akan melewati jalanan yang berlumpur. Sebagian orang menyarankan untuk menempatkan kecepatan pada persneling pertama.

Sistem 4 WD, sumber Counterman

Sistem 4 WD, sumber Counterman

Perseneling pertama memang memiliki rpm yang rendah. Namun jika terlalu ringan beban angkutnya, maka perseneling pertama juga berpotensi untuk slip karena terlalu cepat dan meminta dinaikkan persneling kedua. Daripada berada pada kondisi ini, lebih baik menempatkan persneling pada posisi dua.

Meskipun bisa saja memulai pada persneling dua akan lebih berat, namun beratnya dorongan akan menghasilkan kecepatan rendah. Kecepatan rendah ini merupakan target kecepatan untuk melewati kondisi jalanan berlumpur.

4. Jangan Berhenti

Selanjutnya adalah berusaha agar tidak berhenti. Saat berhenti, beban kendaraan bisa saja menekan medan lumpur sehingga kendaraan Anda akan turun dan membuat lubang pada lumpur. Kondisi ini akan membuat Anda semakin sulit untuk melewati medan berlumpur. Maka, upayakan agar tidak sampai harus berhenti.

Namun masalahnya memang demikian, ada kondisi di tengah jalur yang membuat kita berhenti. Misalnya saat berpapasan atau harus mengikut dibelakang kendaraan lain. Meskipun begitu, upayakan untuk tidak berhenti misalnya dengan berjalan selambat mungkin yang bisa dilakukan untuk tetap bergerak.

5. Nyalakan Traction Control

Terdapat kendaraan mobil yang memiliki traction control otomatis. Namun terdapat juga kendaraan yang tidak demikian, sehingga harus menyalakan traction control secara manual. Apakah kenderaan yang Anda gunakan bermode otomatis atau manual? Hal ini perlu Anda ketahui sebelumnya.

Traction control dapat membantu menjaga kestabilan roda kendaraan yang Anda gunakan. Dengan kestabilan ini, Anda dapat terhindari dari tergelincirnya roda kendaraan Anda saat tengah melewati kondisi jalanan berlumpur. Sehingga, penting untuk menyalakan traction control.

6. Gunakan 4 WD

Sistem 4 WD ini memang tidak selalu ada pada setiap kendaraan. Jika kendaraan Anda termasuk yang hanya menggunakan sistem 2 WD, maka pastikan laju kendaraan cukup pada kecepatan perseneling 2 saja. Jika terdapat sistem 4 WD, maka Anda bisa menggunakannya.

Jalan Berlumpur, sumber Tribun Jogja

Jalan Berlumpur, sumber Tribun Jogja

Dengan menggunakan sistem 4 WD, maka dorongan dihasilkan oleh semua roda. Tidak sebagaimana sistem 2 WD dimana roda yang menghasilkan dorongan hanya roda belakang atau mungkin roda depan saja. Sistem 4 WD dapat lebih menjaga kestabilan saat melewati jalanan berlumpur.

7. Pilih Mode Off Road

Mode off road dapat membantu Anda terutama bagi yang belum cukup berpengalaman dalam mengemudi. Karena throttle respon (biasa disebut gas kemudi) dan perseneling akan terintegrasi. Dengan ini, maka perseneling akan diatur secara otomatif.

Misalnya ketika medan jalanan berlumpur ternyata terdapat tanjakan dan turunan. Tentu Anda harus mengatur perseneling dan menjaga kestabilan kecepatan. Dengan mode off road, Anda tidak harus repot karena perseneling menjadi otomatis.

Itu dia 7 tips yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi tantangan berupa jalanan berlumpur. Semoga ulasan di atas dapat mudah dipraktikkan serta bermanfaat untuk Anda. Simak terus berbagai ulasan lainnya di PT Global Transport.